Modul 3.3.a.10 Aksi Nyata Pengelolaan Program yang berdampak pada murid
Program Yang Berpihak Pada Murid
Helmi Rosita, S. Pd
CGP Angkatan 4 Kabupaten Pesisir Selatan
UPT SMPN 5 Airpura
Nama Program : Program “Juma’t Mengaji” untuk meningkatkan Ketakwaan Kepada Tuhan YME dan Berakhlak Mulia
A. Peristiwa (Fact)
Beriman dan bertaqwa kepada Tuhan YME serta berakhlak mulia merupakan salah satu yang harus dimiliki oleh murid kita dalam mewujudkan Profil Pelajar Pancasila. untuk mewujudkan hal tersebut UPT SMPN 5 Airpura mengadakan program yang berdampak pada murid yaitu “Jum’at Mengaji” yang merupakan sebuah program yang membekali murid-murid untuk bisa dekat dengan Al-Qur’an dengan program Baca Tulis Al-Qur’an serta Tahfizh dan dekat dengan Allah SWT dengan mengajarkan mereka mengenai Tata cara berwuduk dan Shalat yaitu shalat wajib, shalat dhuha dan shalat Jenazah.
Selain itu program ini dibuat karena murid-murid di UPT SMPN 5 Airpura yang pada umumnya orang tua mereka memiliki pekerjaan sebagai petani dan buruh tani, mereka banyak menghabiskan waktu di ladang dari pagi hingga sore hari, bahkan ada juga yang sampai 1 – 2 hari tidak pulang karena bermalam di ladang tersebut, sehingga banyak siswa yang pendidikan agama seperti mengaji tidak terperhatikan oleh orang tuanya.
Melihat dari latar belakang tersebut saya yang kebetulan sebagai kepala sekolah berkolaborasi bersama wakil kepala sekolah untuk membuat program Jum’at Mengaji kemudian kami membentuk tim mentor dan menyampaikan kepada guru terhadap program yang telah di rancang dan Alhamdulillah guru sangat antusias sekali dan mendukung program ini.
Program ini berjalan dengan system mentor, murid dikelompokkan berdasarkan yang pandai mengaji yang terbata-bata dan tidak pandai sama sekali. Masing-masing kelompok terdiri dari 10 orang dan diberikan mentor masing-masing kelompok, dengan memanfaatkan sumber daya yang ada maka yang menjadi mentor adalah guru-guru yang ada disekolah tersebut.
Kegiatan ini dilakukan setiap hari Jum’at, kecuali Hari Jum’at Minggu Pertama, karena pada hari Jum’at minggu pertama kami mengadakan kultum dan mengadakan beberapa lomba kerohanian.
Pada kegiatan ini kami memberikan jadwal permasing-masing materi. Kemudian mereka mempraktekkannya untuk mengetahui apakah setiap anggota kelompok sudah menguasai materi yang diberikan.
Program ini sangat luar biasa dampaknya bagi murid. Murid yang selama ini tidak pernah tau dengan huruf hijaiyah sudah bisa membaca huruf hijaiyah walaupun masih terbata-bata, yang selamam ini tidak tau bacaan shalat Alhamdulillah mereka sudah hafal bacaan shalat dan cara shalat. Kegiatan ini juga dipantau oleh orang tua dirumah dengan memberikan buku pantauan kegiatan rohani murid dirumah. Kegiatan ini selain berpihak pada murid juga sangat membuat guru-guru merasa antusias untuk membuat mereka mengenal tuhannya.
Program ini tentu tidak sepenuhnya bisa berjalan dengan baik, ada beberapa kendala yang menjadi hambatan dalam pelaksanaan program ini diantaranya guru yang kurang mahir dalam segala bidang materi yang akan diajarkan karena masih memakai sumber daya guru yang ada disekolah, kurangnya pantauan tua murid terhadap anaknya dengan tidak mengisi buku pantauan kegiatan kerohanian yang telah diberikan, walau kami sudah memberikan buku pantauan kegiatan rohani anak dirumah, namun kami selalu berusaha agar program ini kedepannya menjadi lebih baik lagi hal ini bisa kami lihat dengan mengumpulkan buku pantauan 1 kali dalam 1 bulan. Dan kami mengadakan evaluasi program untuk bisa memperbaiki kekurangan dan kelemahan yang terjadi agar kegiatan ini bisa berjalan secara maksimal
Dengan adanya program ini sangat berdampak baik bagi murid-murid dimana mereka yang selama ini malu untuk mengaji di karena sudah tingkat SMP mereka bisa dapatkan di sekolah dan sudah bisa menerapkan shalat dhuha dan shalat berjama’ah disekolah, dampak lain yang diamati adalah murid memiliki nilai-nilai religius hal ini dilihat dari adanya murid yang mampu baca tulis al-qur’an dan bisa ikut dalam lomba tahfiz, murid melaksanakan shalat Dhuha, shalat zuhur berjema’ah disekolah dan berharap bisa juga melakukannya dirumah.
B. Feeling (Perasaan)
Saya merasa yakin apa yang telah saya lakukan dalam penggagasan program ini sangat bermanfaat bagi murid baik dalam kehidupan didunia maupun bekal mereka di akhirat nanti. Dan saya sangat bangga jika saya melihat setiap hari murid secara bergantian melakukan shalat dhuha, shalat berjama’ah dan hafal Al-qur’an. Bagi saya agama merupakan pondasi terkuat dalam membentuk karakter murid. Dengan adanya kerja sama guru dan orang tua yang menunjang program ini Insyaallah program ini menjadi sangat bermanfaat bagi murid. Dan bisa menjadi ladang ibadah bagi kita sebagai guru yang mengajarkannya.
C. Finding (Pembelajaran)
Pelajaran yang saya peroleh pada kegiatan ini mengajarkan saya banyak hal, diantaranya bagaimana saya selaku guru dan kepala sekolah yang mempunyai kebijakan disekolah mampu menyusun dan membuat program yang berpihak pada murid, dan sesuai dengan visi dan misi sekolah. Kemudian diterapkan dalam praktek dan perubahan nyata di sekolah, dengan memanfaatkan segala aset yang dimiliki sekolah dalam pelaksanaan program ini. Murid merupakan generasi penerus bangsa jadi mari kita persiapkan mereka dengan telebih dahulu terhadap bekal agama dan akhlaknya. Menjadi sukses impian setiap orang namun menjadi orang yang bermanfaat bagi orang lain, merupakan suatu kesuksesan yang hakiki.
D. Future (Penerapan)
Aksi dan tindakan yang akan saya lakukan setelah ini adalah mulai merencanakan dan melaksanakan program yang berdampak pada murid dengan menggali segala aset dan kekuatan yang dimiliki sekolah. Saya selaku CGP dan Kepala Sekolah akan bergerak dan memajukan sekolah dengan memberikan contoh praktek baik serta berkolaborasi dengan guru dan orang tua dalam membuat program-program yang lain berdampak pada murid, bukan hanya di bidang keagamaan juga dibidang-bidang yang lain.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar